Minggu, September 15

TGB : SayaTidak Mendukung Khilafah Tapi Kami Juga Tidak Suka Pembakaran Bendera TAUHID

Sixs-starnews.com – Di jagat media sosial sedang ramai diperbincangkan soal pembakaran bendera yang bertuliskan lafaz tauhid oleh salah satu ormas di Indonesia tepat pada puncak peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober 2018.

Beragam komentar dan opini baik dari yang pro dan kontrapun saling bersahutan. Dari yang pro, mereka berpendapat bahwa yang dibakar itu adalah bendera ormas terlarang yang telah resmi dibubarkan pemerintah namun masih tetap menjalankan aktivitasnya dengan berlindung di balik tameng agama. Sebut saja ormas itu adalah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Sedangkan yang kontra berpendapat bahwa yang dibakar tersebut adalah panji Rasulullah SAW yang di dalamnya terdapar dua kalimat syahadat yang harus dimuliakan dan dijaga kemuliaannya walau harus bertaruh nyawa.

Terkait dengan kejadian ini, Doktor Tafsir al Qur’an dari Universitas al Azhar Kairo Mesir Dr. TGB. Muhammad Zainul Majdi melalui akun instagramnya menyampaikan bahwa NKRI adalah amanah Allah yang wajib dijaga dan dikokohkan. Inilah kesepakatan kita sejak didirikannya bangsa ini oleh para pendiri bangsa. “Karena itu, saya tidak mendukung ide khilafah,” kata TGB. Saat di tanya sixs-starnews.com

Lebih lanjut TGB menjelaskan, sistem republik demokratis yang kita sepakati dalam NKRI tak kalah valid dan sahnya dibanding sistem khilafah. Hal ini karena nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia ini juga banyak diambil dari nilai atau prinsip-prinsip Islam seperti ketuhanan, keadilan, kemanusiaan, musyawarah, dan persatuan.

“Tinggal bagaimana kita implementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa,” jelas Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan ini. Saat di temui wartwan sixs-starnews.com

Sementara itu, lanjut TGB, terkait dengan pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat tauhid di dalamnya itu merupakan perbuatan yang tidak semestinya dilakukan karena, hal ini akan membuat fitnah antar sesama anak bangsa dan sesama muslim.

“Kalau tidak setuju, lipat dengan takzim kemudian serahkan kepada aparat,” pintanya.

Bagi ketua alumni Al Azhar Indonesia ini, cinta NKRI adalah satu hal dan pembakaran bendera “tauhid” tersebut merupakan hal lain. Pada kalimat tauhid ada dua asma termulia. Asma Allah yang kepadanya kita akan kembali dan asma rasulNya yang syafaatnya kita harapkan di akhirat nanti.

“Perilaku tercela menggunakan kalimat tauhid untuk tujuan kekuasaan tidak boleh membuat kita kemudian ikut melakukan perbuatan tercela. Segala anarkisme akan menghilangkan keadaban publik kita. Tahan diri dan perbanyak shilaturahmi,” katanya terahir

(arisona),,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: