Kamis, April 18

Rusunami DP 0 untuk Warga DKI Berpenghasilan Rp 4 Juta-Rp 7 Juta

Kamis 11 oktober 2018 15:34 WIB

Sixs-starnews.com -Rumah susun sederhana milik (rusunami) DP 0 rupiah di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, diperuntukkan bagi warga yang mempunyai KTP DKI Jakarta.

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan mengatakan, warga tersebut harus berpenghasilan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta.

“Harus KTP DKI Jakarta dengan penghasilan maksimal Rp 7 juta, (minimalnya) Rp 4 juta,” kata Yoory saat dihubungi Sixs-starnews.com, Kamis (11/10/2018).

Namun, Yoory enggan menjelaskan lebih lanjut terkait sistem pembelian rusunami DP 0 tersebut.

Ia beralasan, PD Pembangunan Sarana Jaya hanya bertanggung jawab untuk membangun rusunami itu.

Rusunami DP 0 rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, ini akan dibangun dalam 21 lantai yang terdiri dari 780 unit.

Sebanyak 780 unit itu dibagi dalam tiga tipe, yakni tipe studio 21, one bedroom tipe 24, dan two bedroom tipe 36.

“Sudah tersedia 780 unit dari total 21 lantai. Harganya bervariasi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Yoory.

Harga tiap unit dijual mulai dari Rp 184 juta untuk yang tipe paling kecil hingga Rp 310 juta untuk two bedroom tipe 36.

Rencananya, rusunami DP 0 rupiah ini diluncurkan pada Jumat (12/10/2018) besok.

Rusunami DP 0 rupiah di Pondok Kelapa, Jakarta Timur direncanakan akan topping off atau pengatapan pada Desember 2018.

Pembangunan rusunami tersebut sudah sampai lantai ketiga, artinya pengerjaan 18 lantai sisanya harus dikebut.

“Kami di lapangan mengejar progres untuk apa yang telah ditetapkan, masyarakat juga. Target kami Juli atau Agustus tahun depan sudah selesai,” kata Wakil General Manager Kerja Sama Operasi (KSO) PD Sarana Jaya Rizal Han di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Senin (8/10/2018).

“Sebelum Desember harus bangun 18 lantai, jadi satu bulan (mengerjakan) 6 lantai. Dua bulan lalu (Agustus) kan masih tiang pancang, sekarang berjalan (pembangunan) lantai keempat,” lanjutnya.

Untuk mengejar waktu tersebut, PD Sarana Jaya mengerahkan sekitar 300 pekerja dalam satu shift.

Sekitar 200 hingga 300-an pekerja. Misalkan anggapan 200 hingga 300 orang biasa standar pagi sampai sore ada 3 shift,” ujar Rizal.

Shift 1 dari jam 10.00 hingga 18.00, shift 2 pukul 18.00 hingga 02.00, dan shift 3 pukul 02.00 hingga 10.00.

Rizal menambahkan, jarak waktu topping off pada Desember hingga target rampung pada Juli 2019 akan diisi dengan finishingpada bangunan tersebut.

“Tahap finishing anggapnya pasang plafon, pengecatan dinding, dan lain-lain,” kata Rizal.

Dikutip sixs-starnews.com Kamis 11/10/2018.

(arisona)_,,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: